GUNUNG MIJIL, KOMPLEK MAKAM KYAI CINDE AMOH DAN KYAI ABDULROZAD

MAKAM KYAI CINDE AMOH, KYAI ABDULROZAD GUNUNG MIJIL DAN PETIRTAAN CANDI KEWARIGAN


Masih di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, dan masih menelusuri jejak jejak kejayaan leluhur Nusantara. Kisah itu tak lekang oleh waktu, masih menyelimuti jejak sejarah peradaban masa itu. Dengan di balut cerita rakyat yang kental dengan berbagai macam bentuk kesakralan sebuah tempat. Sehingga mampu memunculkan rasa penasaran yang sangat kuat, dan di dorongan rasa keingintahuan dari sebuah rasa penasaran. Menapaki jejak langkah, mata memandang dan mengikuti kata hati, seolah olah menyusuri lorong waktu untuk melihat keindahan di masalalu. Kedamaian itu terasa menyapa, kegembiraan itu terasa menyapa, hiruk pikuk ramahnya sukma yang menyatu dengan alam pun seolah ikut menyapa, semua telah memberitahukan dengan isyaratnya, seolah olah berkata " Wahai sang pewarisku, mampukah kau menunjukan baktimu kepadaku, walau pun hanya untuk mengenal, dan menjaga warisanku .. ??? ". Seolah semua terdiam dan terpaku, naluri tak mampu menjawab, bahkan mengutarakan sebuah kalimat untuk meyapa kembali pun, seolah semua terdiam dan tak mampu. Walau pun sekedar sapaan mampu dan tidak mampu, semua terasa kelu dan berlalu dengan perasaan sendu.  

Setelah mengadakan kunjungan di beberapa obyek yang terkenal dengan kemistisannya, terkenal dengan legenda atau pun cerita rakyatnya, dan terkenal dengan keexoticsan tempatnya. Yaitu sebuah tempat yang memnyimpan banyak kenangan dan tinggalan yang masih terjaga hingga sampai saat ini. Kalau kita berada di dalam area obyek tersebut, seolah olah ikut merasakan kedamaian di masa itu. Di mana para leluhur kita hidup rukun, damai dan berdampingan dengan alam. Suasana seperti itu lah yang membuat kaki ini melangkah dan akan mengunjungi kembali. Komplek sendang kuno yang di kenal dengan sebutan sendang Pitu Cabean Kunti. Beberapa sumber mata air alami keluar dari dalam perut bumi yang berada di dalam satu wilayah. Oleh para pendahulu sumber sumber mata air itu di buatkan tempat penampungan, untuk di manfaatkan sebagai sarana kehidupan sehari hari. Lengkap dengan bangunannya yang megah Terangkai dan tersusun berbahan baku dari batu yang terpahat dan di ukir. Bahan itu sangat mudah untuk di dapatkan, dan memiliki ketahanan yang kuat terhadap perubahan cuaca. Bahkan setiap sumber mata air pun memiliki bentuk dan konsep bangunan yang sama. Seolah memberitahukan bahwa, bangunan bangunan tersebut sengaja di bangun memiliki fungsi yang sama, tidak ada unsur pembedakan dari segi sosial manusaianya. Dengan kondisi dan keadaan yang seperti itu, sendang sendang tersebut semakin ramai mendapatkan kunjungan dari berbagai element masyarakat. Bukan dari satu daerah, mau pun satu wilayah saja. Bahkan dari luar dawrah dan luar wilayah. Para pengunjung memanfaatkan situasi yang di nilai sangat baik baginya. Di mulai dari para pengunjung yang memang butuh pembuktian tentang kejayaan leluhur nusantara kala itu. Kunjungan untuk sebuah penelitian, dan kunjungan yang mengkaji tentang tingkatan sepiritual.

Perjalanan ini tidak berhenti sampai di situ saja, kunjungan berlanjut di sebuah obyek pemakaman kuno yang berada di pucak Gunung. Baturan Gunung yang tidak terlalu tinggi, akan tetapi banyak menyimpan tentang jejak sejarah yang bermakna bagi bangsa. Gunung Mijil, tempat yang sengaja di pilih untuk memuliakan para tokoh yang berpengaruh di masanya. Yang berperan serta dalam membantu jalannya roda sistem pemerintahan memikirkan kemajuan pekembangan sebuah peradaban. Banyak yang memiliki pendapat, yang berasumsi tentang tokoh tokoh yang bersemayam dalam komplek makam tersebut. Dua tokoh telah di sebutkan, dan setiap tokoh menyadang dengan gelarnya masing masing. Yang pertama tokoh yang sering di sebutkan dalam jejak Mataram Islam, Kyai Cinde Amoh. Tokoh ini sangat populer di berbagai masa, yang memiliki sepak terjang sebagai panglima perang dari Mataram. Periode Mataram Islam Amangkurat, dan Periode Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kedua adalah tokoh yang bergelar dengan sebutan Kyai Abdulrozad. Sama sama hidup dan memiliki sepak terjang yang sama. Kedua tokoh tersebut pernah berjuang mengusir penjajah belanda.

Dari sini mulai ada kebimbangan dalam berfikir





































Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU LUMPANG DAN UNFINIS YONI KENDALI SODO

SITUS CANDI DI MAKAM WALIULLOH KHASAN MUNADI

MAKAM WALIULLOH SYECH SUDJONO DAN KE DUA SAHABATNYA