Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

SYECH MAULANA IBRAHIM AL MAGHRIBI

Gambar
Makam Syech Maulana Ibrahim Al Maghribi Di Belakang Komplek Masjid Agung Demak Setelah mengadakan kunjungan ke suatu tempat, yang di duga Makam Syech Maulanan Ibrahim Al Maghribi. Rasa penasaran itu kembali terselubung di dalam pikiran saya. Karena, sebelumnya, kabar yang sama datang menghampiri.  Tentang keberadaan makam Ulama yang di duga makam  Syech Maulanan Ibrahim Al Maghribi. Namun makam tokoh Ulama' tersebut berbeda beda tempatnya. Sebenarnya itu lah yang membuat rasa penasaran ini mulai timbul. Kok bisa yaa, makam satu tokoh yang sama tapi memiliki tempat pemakaman yang berbeda .. ??? Hayuk, kita ari tahu keberadaan makam Tokoh tersebut. Karena, sepengetahuan saya pribadi, Makam Syech Maulana Ibrahim Al Maghribi hanya ada di Kabupaten Gersik, Provinsi Jawa Timur. Pembuktian saya pertama kali mendatangi komplek makam Syech Maulana Ibrahim Al Maghribi yang berada di Dukuh Pantaran, Desa Candisari, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Memang warga atau lapisan masyarakat meya

MASJID AGUNG DEMAK

Gambar
  Konsep Bangunan Masjid Agung Demak Masjid masjid di Jawa abad ke 15 - 16 mempunyai bentuk yang sangat spesific. Arsitektur abad ke 15 dan 16 merupakan transisi dari arsitektur Jawa Hindu Buddha ke arsitektur Jawa Islam. Masa transisi tersebut melahirkan bentuk bentuk bangunan masjid yang sangat speifik. Masjid Jawa sebagian tempat ibadah kaum Muslim, tentunya sangat erat hubungannya dengan awal masuk dan berkembangnya Agama Islam di Nusantara. Masjid Tradisional Jawa yang memiliki denah dengan koposisi pilar pilar utama dan pendukung menyatu menjadi satu kesatuan bentuk, baik pada ruang utama dan ruang pendopo atau selasar Masjid Jawa. 1. Denah dengan komposisi pilar pilar utama pada pusat ruangan ( soko guru ) 2. Prinsip struktur dan prinsip prinsip ruang sholat, soko guru dan penutup atap 3. Aksonoetri struktur masjid Jawa. Struktur ruang sholat utama ( soko guru ) dan struktur pendopo merupakan bangunan penembahan setelah struktu bangunan induk. Masjid Agung yang di bangun oleh se

PEJABAT YANG TERLIBAT DALAM PEMBANGUNAN CANDI ASU

Gambar
ARSITEK DAN SENI HIAS   Candi asu di ketemukan dalam keadaan tidak utuh lagi, bagian bagian yang menunjukan susunan yang utuh terdapat pada batur, kaki dan sebagian tubuh candi. Atap candi sama sekali sudah runtuh kecuali sebuah batu yang diperkirakan bagian atap masih terlihat pada bagian bilik candinya yang sudah kosong, menunjukan tanda tanda bahwa lantai bilik mungki pernah di gali untuk menampakan sumuran Candinya. Dari bagian bagian bangunan candinya masih utuh dan memperlihatkan cara pengerjaan yang belum selesai, terutama yang berhubungan dengan pemahatan hiasan. ARSITEK CANDI ASU Candi Asu mempunyai denah bangunan berbentuk bujur sankar, dengan ukuran panjang kali lebar 794 x 794 cm. Tinggi kaki 250 cm, salah satu sisi bangunan tembok tubuh candinya mrmpunyai tinggi lebih kurang 355 cm. KAKI CANDI Kaki candi asu di dirikan diatas sebuah batur yang terletak di atas selapis batu berdenah bujur sangkar. Batur sisi depan arah barat disusun agak menonjol keluar Menyangga tangga pin