CANDI KEBUN KOPI




" Bangunan Masjid Wurung, Menurut Cerita Warga Setempat "

Pada dasarnya

CERITA RAKYAT Tentang

" BANGUNAN MASJID WURUNG "

Yang terjadi pada setiap daerah, Hampir memiliki kesamaan dengan alur cerita yang bersumber pada sebuah penyampaian secara turun temurun, Dari sesepuh pinisepuh ( Orang Yang paling di tuakan ) sampai dengan generasi ke generasi selanjutnya. Gambaran sebuah alur Cerita yang tertuang pada berdirinya sebuah bangunan yang di anggap kuno, Di dukung Dengan keberadaannya di suatu tempat yang di keramatkan. Telah menjadikan momentum langka ini di jadikan tonggak sejarah awal berdirinya suatu tempat ( Desa )

Sama halnya dengan cerita rakyat yang berada di : 
Desa Kebonagung 
Kecamatan Sumowono.

Desa tersebut juga memiliki alur cerita yang di kait kaitkan dengan pembangunan Sebuah masjid, Namun gagal di buat oleh si pembuat ( Mbah Wali ), Dengan durasi waktu yang di tentukan.

Dengan isi cerita yang sama, Kadang nama wali yang membangun Masjid tersebu tidak di sebutkan namanya. Jika dipertanyakan Namanya, Maka akan kesulitan untuk memberikan informasi untuk menyebut Nama wali tersebut.



" Sisa Bangunan Candi Banon "

Saya membuktikan kembali keberadaan cerita rakyat tersebut. Dengan mengunjungi sebuah desa yang berada di Kecamatan Sumowono. Desa Kebonagung namanya, Sisa sisa sebuah bangunan yang benar benar sudah runtuh yang menyisakan puing puing berupa material berbentuk Batu Bata Kuno ( Istilah Banon ).

Banon adalah :

Berupa batu bata besar yang di buat dari olahan tanah yang di campur dengan skam ( Kulit Pari / Kulit Padi ), kemudian di bakar dengan bahan kayu batang keras, Sehingga menciptakan bara api dengan suhu diatas 120 derajat celcius, sehingga, merubah warna dari bata mentah berwarna cokelat tanah, menjadi batu bata keras berwarna merah marun. 



" Sisa Bangunan Candi Banon "

Batu Bata besar ( Banon ) ini, Tidak memiliki kesamaan ukurannya, dengan batu bata merah pada umumnya. Bisa di katakan, Ukuran batu bata ( Banon ) ini memiliki ketebalan 9 - 12 cm. 
Sedangkan batu bata ukuran sekarang, Hanya memiliki ketebalan sekitar 5 cm.



" Sisa Bangunan Candi Banon "


" Sisa Bangunan Candi Banon "

Lebar Batu bata ( Banon ) mencapai 32 cm, Itupun tergantung pada penempatan conecting panel yg menentukan hasil dari pemasangan berikutnya. Untuk lebarnya berfariasi dan tidak harus sama. Untuk bentuk bentuknya pun Juga berbeda, tergantung dengan bentuk menurut panel yang akan di pasangnya.

Untuk ukuran lebar batu bata yang sekarang, berkisar 20 cm saja. Kadar kekerasannya jauh lebih keras ( Banon ) di banding dengan batu bata merah yang sekarang.



" Sisa Bangunan Candi Banon "

Perbedaan Panjangnya, Kalau banon kisaran 36 - 46 cm. Sedangkan batu bata biasa atau umum hanya 30 cm.


" Sisa Bangunan Candi Banon "

Lokasi di ketemukanya sisa sisa bangunan ini, Berada di tengah tengah lahan perkebunan kopi dan berdampingan dengan lokasi kebun salak. Secara umum, keberadaan sisa bangunan tersebut memiliki cerita sama seperti dengan apa yang saya sampaikan di atas, Bisa juga di anggap sebagai kata pembuka. Cerita " Bangunan Masjid Wurung atau Masjid Gagal di Bangun "

Karena masih penasaran tentang luas bangunan dan masih juga penasaran dengan susunan mterial lainnya. Saya beserta Kang Wiyono, Mengadakan penelusuran secara terpisah. Karena, Waktu itu memang keadaan sudah menjelang hampir maghrib. Dan tidak ada satu orangpun yang masih beraktifitas di ladang.


" Sisa Bangunan Candi Banon "

Secara Kebetulan, saat penelusuran jejak jejak kerajaan Mataram Kuno, Di lokasi itu. Kita bertemu dengan seorang warga, berprofesi sebagai petani yang sedang memetik sayuran di tanah garapannya.

Sengaja saya beserta Kang wiyono,  memberanikan diri untuk menanyakan tentang cerita rakyat yang berkaitan dengan sisa bangunan tersebut.
Dialog saya dengan Beliau

Dalam bahasa jawa

S : Saya
Ibu Nariyati : In

S : Kulanuwun 

In : Monggo
Enggih mas, Enten punopo .. ???
Enten sing saged di pun biyantu mas .. !!!

S : Badhe Nyuwun pirso bu, Derek tangklet babagan Selo boto sak meniko bu.

In : Loo .. !!! Lah jenengan jenengan saking pundi, Kok mangertosi yen ting mriki enten boto boto ageng niku.

S : Kulo mireng saking cerito warga, Bilih lokasi mriki niku nate enten cerito Bangunan Masjid Wurung gih bu, Teras kulo kalian Kang Wiyono
Meniko penasaran pengen mangertosi sejarah atawin carito warga saking mriki. Sekalian badhe mangertosi wujudte bangunan sanesipun bu .. !!!

In : Enggih mas, Bangunan niku masjid wurung, Sing bangun gih mbah wali mas.

S : Mbah wali meniko paringi asmo sinten bu .. ???

In : Wah, Yen namine sinten, Kulo gih mboten mangertosi mas. Amargi, Simbah Simbah kulo dugi buyut kulo, Mboten maringi pangertosan babagan, Sinten namine Mbah Wali ingakng Bangun Masjid Meniko.

S : Oh, Mekaten .. !!! Menawi kulo nyuwun pirso babagan cerito masjid wurung kasebat, saged nopo mboten bu .. ???

In : Namung sekedik sing saged kulo sampekaken klian panjenengan sami mas.

S : Mboten nopo nopo bu.

Lalu, Bu Nariyati mulai bercerita tentang bangunan tersebut.
Lanjut cerita .. !!!

In : Jaman kolo rumiyen, Sak derenge enten deso ting mriki. Enten salah satunggaling Wali, Di utus ken damel masjid. Kedah rampung sak derenge jago kluruk, wong nuthok lesung pertandane wayah sampun esok. Menawi keliwat saking wekdal sing di pun temtokaken, Mongko, Bangunan masjid kasebut mboten saged di terasaken. Nah, Sak dèrenge masjid meniko dados, Kedisikan jago kluruk ugi wali niku mireng tiang nuthok lesung. Teras, Bangunan masjid sakmeniko mboten di terasaken pembangunane mas.

Namung mekaten sing kulo tampi saking simbah simbah kolorumiyen mas.

S : oooh .. Mekaten ceritanipun. Menawi siso siso bangunan sanese enten pundi bu.

In : Siso siso bangunan kasebut, Sampun di pun kubur kalin piantun sig gadahi tanah niku mas.
S : Sing gadah tanah niku, Namine sinten bu .. ???

In : Namine Pak Tulus Mas.
Tapi, Piantune sampun sedo.

S : Posisi di kubure siso bangunan kasebut, Enten sebelah pundi bu .. ???

In : Gih sandinge tumpukan boto sing tasih ketingal niku mas.

S : Nah, Niki tangklete kulo ingkang langkung penting bu. Panjenengan Sampun nate pirso jenise Watu Lumpang, Watu Lesung utawi Watu Kenteng Bu .. ???

In : Wah, Mboten nate sumerep mas. Wujudte kados nopo, Giih mboten nate pirso.

S : Gih, Matur Sembah Nuwun, Kagem informasinipun bu. Mugio dadosaken manfaat kagem kulo pribadi ugo kagem Kang Wiyono sakmeniko.

In : Lah .. !!! Gadahi tujuan punopo mas, Kok tangklete sajake penting sanget. Tapi .. !!! Pesen kulo, Yen panjenegan sami sobo ting lokasi niku, Ngantos ngantos mas, Amargi panggenan niku wingit sanget.

S : Enggih bu .. !!! Matur sembah nuwun kagem wejanganipun, tujuan kulo badhe nyuwun pirso babagan cerito sak meniko. Namung niku mawon, Ugi mboten gadahi niat niat sak lajenge. Berhubung wekdal sak antawis ajeng maghrib, Kulo kalian rencang badhe nyuwun pamit nerasaken lampah gih bu.
In : Ooh .. !!! Enggih mas, Nyumanggakaken.


" Sisa Bangunan Candi Banon "

Jadi, Kesimpulan dari cerita Ibu Nariyati tersebut adalah :
Pada saat pembangunan masjid oleh Mbah Wali, Daerah tersebut belum ada peradaban, Masih berwujud hutan belantara. Pembangunan masjid di laksanakan dalam durasi waktu satu malam. Jika pembangunan masjid tersebut telah melewati waktu yang di tentukan. Dengan berpatokan pada bunyi Ayam Pejantan Berkokok dan Orang Memukul lesung. Maka, waktu sudah menunjukan Pagi. Dan Bangunan masjid tersebut di anggp gagal dan tidak boleh di lanjutakan, Dan itu pun atas perintah dari seseorang. Dan siapakah orang yang memerintah pembangunan masjid tersebut .. ???
Satu pun tidak ada yang mengetahuinya. Biarkan jadi rahasia cerita warga Kebonagung Sumowono.



" Sisa Bangunan Candi Banon "

Jika saya pribadi memaparkan tentang bngunan tersebut. Bahwa sebenarnya, Bangunan tersebut merupakan sisa sisa dsri sebuah bangunan pemujaan kuno, Yaitu Candi.


" Sisa Bangunan Candi Banon "

Sisa sisa bangunan tersebut memiliki kesamaan dengan sisa banguna di tempat lain, Yang pernah saya kunjungi. Sisa bangunan ini, Memiliki kesamaan dengan bahan bahan bangunannya. Terutama pada material banonnya, Juga panel kemuncak yng msih tersisa, Walaupun dalam keadaan Rusak.

Beberapa lokasi yang saya temui sisa bangunan seperti ini, Antara lain :

Desa Kemasan Kaliulo 
Kec. Pringapus
Kab. Semarang

Desa Lengkong Kalilutung
Wonirejo
Kec. Pringapus
Kab. Semarang

Desa Candirejo
Kec. Pringapus
Kab. Semarang

Desa Duduhan
Kota Semarang

Desa Candiretno
Kec. Grabag
Kab. Magelang

Desa Bototumpang
Kec. Weleri
Kab. Kendal
Ada tiga tempat yang berbeda



" Sisa Bangunan Candi Banon "

Dari beberapa tempat yang sudah saya kunjungi, Pada dasarnya meniliki cerita yang sama. Daerah satu dengan daerah lainnya. Banya pula yang berpendapat. Bahwa, Model material bangunan seperti ini, Di gambarkan dengan metode pembuatan dengan era kerajaan Majapahit. padahal, Tidak secara menyeluruh, Model bangunan yang menggunakan banon di buat pada era kerajaan Majapahit. Sebelum jauh kurun waktunya kerajaan Majapahit berdiri, Bangunan pemujaan kuno yang menggunakan banon sudah banyak ditemukan di daerah Jawa Tengah dan DIY Jogjakarta, Bahkan sampai di Jawa Barat.


" Sisa Bangunan Candi Banon "

Mungkin Timbul pertanyaan dari para pembaca yang budiman.

Kenapa bangunan Candi tidak menggunakan material batu batuan pada umumnya .. ???

Sedikit informasi yang saya terima, Jika penguasa suatu daerah, Yang tertinggi Adalah Raja dan Para bangsawan masa itu. Sudah menentukan sebuah tempat, Yang sekiranya memang sudah memenuhi sarat untuk pembangunan tempat pemujaan atau Candi. Sekalipun itu, Dari segi material batunya kurang, Atau bahkan tidak ada sama sekali. Maka, Pembangunan Tempat pemujaan akan tetap di laksanakan dan itupun menggunakan olahan tanah yg di cetak menjadi banon. Dañ lokasi itu akan tetap di bangun secara bertahap dan sampai selesai. 


" Sisa Bangunan Candi Banon "

Lokasi inipun, Sudah menjadi pilihan dan memenuhi sarat untuk pembangunan sebuah tempat suci berupa bangunan pemujaan kuno atau Candi. Minimnya material batu, Sehingga yang di gunakan menjado material berwujud olahan tanah yang di jadokan Banon.


" Sisa Bangunan Candi Banon "

Jika kita lihat, pada gambar bangunan di atas, Merupakan salah satu bentuk Panel bagian penghias suatu bangunan. Bukan kemungkinan lagi, Melainkan dengan kata pasti. Panel tersebut adalah konecting kemuncak dengn merunya. Bisa Di lihat lagi, Bahwa keduanya dalam keadaan rusak, Mungkin terkena benda keras saat pemgolahan tanah atau memang rusak dengan sendirinya terkikis dan termakan oleh lamanya usia bangunan ( Aus / Lapuk )


" Sisa Bangunan Candi Banon "

Yang masih bisa di kenali cuma komponen itu saja, Untuk komponen komponen yang lainya, Mungkin sudah ikut terkubur atau Hancur terkena benda keras. Kerusakan itu hanya dugaan saya saja. Karena, Saya simpulkan dari keterangan Warga yang pernah melihat kejadian saat penguburan komponen Banon Banon tersebut.


" Sisa Bangunan Candi Banon "



" Sisa Bangunan Candi Banon "

Jangan Bosan untuk terus menggali informasi tentang sisa sisa peradaban yang pernah mencetak  sejarah bangsa. Karena itu semua adalah latar belakang kita, Yang memiliki daya tarik tersendiri dengan kearifan lokalnya.



_Salam_Boto_Abang_








Komentar

  1. ayo segera bergabung dengan saya di D3W4PK
    hanya dengan minimal deposit 10.000 kalian bisa menangkan uang jutaan rupiah
    ditunggu apa lagi ayo segera bergabung, dan di coba keberuntungannya
    untuk info lebih jelas silahkan di add Whatshapp : +8558778142
    terimakasih ya waktunya ^.^

    BalasHapus
  2. If you're looking to burn fat then you absolutely need to start using this totally brand new personalized keto meal plan diet.

    To produce this keto diet service, certified nutritionists, personal trainers, and top chefs united to develop keto meal plans that are powerful, suitable, cost-efficient, and satisfying.

    From their launch in early 2019, hundreds of people have already transformed their figure and well-being with the benefits a proper keto meal plan diet can give.

    Speaking of benefits: clicking this link, you'll discover 8 scientifically-proven ones given by the keto meal plan diet.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU LUMPANG DAN UNFINIS YONI KENDALI SODO

SITUS CANDI DI MAKAM WALIULLOH KHASAN MUNADI

MAKAM WALIULLOH SYECH SUDJONO DAN KE DUA SAHABATNYA