SITUS MASJID BASYARUDDIN

SITUS CAGAR BUDAYA DI MASJID BASYARUDDIN

Masjid Basyaruddin sebutan warga pringapus
Sebuah bangunan masjid yg sudah melewati tahap pengrehapan sebanyak tiga kali
Pada tahun 1970 an dan tahun 1998, terakhir di reheb tahun 2006
Masjid Basyaruddin, merupakan masjid termegah yang memiliki unsur nilai sedjarah perwalian yang di sebut sebutkan dengan Nam Syech Basyaruddin pada masa itu.
Seorang tokoh Ulama besar dengan banyak dedikasi yg terkenal dengan kesabaranya dan kecerdasan dalam menulis karangan sebuah kitab, yg di sebut dengan kitab Blawong
Kitab ma'rifat yg  mengajarkan tentang pelajaran agama islam dan hukum sunah dan kewajiban dalam menjalankan perintah Agama
Syech Basyaruddin, ssosok ulama besar yg dulu pada masanya menyebarkan agam islan di tanah kecamatan pringapus dan sekitarnya
Yg meninggal dan di makamkan di Gunung Munggut kec. Pringapus
Kab. Semarang
Jawa Tengah
Di sebuah gunung kecil atau bukit munggut terdapat beberapa pusara Aulia' para wali yg bersemayam di bukit tersebut

Beberapa di antaranya selain Syech Basyaruddin
1. Makam Kyai Putih
2. Makam Syech Basyaruddin
3. Makam Kyai ireng
4. Makam Sunan Benowo
5. Makam Kyai Suketi

GUNUNG MUNGGUT

Gunung Munggut

Pintu Masuk Ke komplek makam parawali
Menurut pakuncen makam tersebut, terdapt beberapa makam Waliulloh atau Aulia', para abdi kinasih dan para santrinya
Beberpa di antra yg di sebutkan oleh juru pakuncen tersebut

MAKAM KYAI PUTIH

Makam Kyai Putih

Kyai Putih, julukan sebuah nama beliau pengawal dari sunan benowo, setiap kemunculanya berwujud macan ( harimau ) putih
Kayai Putih mempunyai tugas khusus yg di perintahkan oleh Sunan Benowo, yaitu menjemput para peziarah dari pintu masuk pertama yang akan melakukan Tawasul ke pusara para wali dan di antar sampi ke makam syech basyaruddin

MAKAM SYECH BASARUDDIN

Bangunan Komplek Makam Ysech Basyaruddin

MAKAM SYECH BASYARUDDIN

Makam Syech Basyaruddin

ANAK TANGGA MENUJU MAKAM SUNAN BENOWO

Anak Tangga Ke Makam Sunan Benowo

Di sebelah kanan anak tangga ada bangunan makam Sosok kyai, beliau juga salah satu Pengawal dari Sunan Benowo
Kyai ireng ( sebuah nama julukan ), beliau berwujud sosok Macan ireng ( hitam ), Beliau mengemban tugas dari sunan benowo, menjemput para peziarah yg akan melakukan Tawasul, penjemputan itu di lakukan setelah sampai makam Syeh Basyarruddin, setelah di jemput Kyai putih di lanjutkan atau pemasrahan jemputan Kyai Ireng

MAKAM KYAI IRENG

Makam Kyai Ireng

Makam Kyai ireng, memang tidak di bangun atau di cungkup seperti makam Kyai Putih, di karenakan Kehendak Kyai Ireng memang tidak mau di lakukan pencungkupan tersebut
Maesan yg di gunakan adalah salah satu situs cagar budaya, atau susunan batu babgunan kuno yg mempunyai lubang pengunci, yg berfungsi sebagai penghubung dengan komponen batu yg lainya

KOMPLEK MAKAM SUNAN BENOWO

Komplek Makam Sunan Benowo

Tawasul Religi

Di katakan oleh juru pakuncen, bahwa, makam tersebut bukanlah makam dari Sunan benowo, melainkan makam puteranya Pangeran Purwo Koesoemo, dan pakuncen mengatakan makam sSunan Benowo berada di 
Desa Pakuncen
Kec. Pegandon
Kab. Kendal
Jawa tengah

MAKAM PANGERAN PURWO KOESOEMO

Di dalam makam yg di cungkup ini, bukan hanya makam pangeran purwo koesoemo saja, melainkan ada sebuah makam lagi
Yaitu makam Kyai Suketi, yg di ceritakan bahwa beliau adalah Seorang Alim Ulama' yg menjadi Iman Sholat keluarga pangeran Purwo Koesoemo
Makam tersebut berada di sisi timur dari pusara pangeran purwo koesoemo
Memang sengaja tidak di kasih kijing ( maesan ) di karenakan beliau tidak menghendaki pusaranya di kijing
Menurut tutur dari pakuncan makam tersebut

MAKAM PANGERAN PURWO KOESOEMO

Makam Pangeran Purwo Koesoemo

❤❤❤

Syech Nasyaruddin meninggalkan beberapa kenang kenangan
1. Kitab Blawong ( hilang )
2. Bedug untuk panggilan waktu sholat sebelum di kumandangkan adzan

BEDUG

Nedug

Bedug

Bedug

Memang terlihat seperti buatan era jaman sekarang, warga setempat sengaja melapisi ulang bedug tersebut, supaya tidak rusak karena usia yg sangat lama

MASJID BASYARUDDIN

Masjid bansyaruddi

Masjid yg tampak dari sisi selatan

Masjid Basyaruddin

Gambar masjid yg nampak dari sisi utara

Masjid Basyaruddin

Masjid yg nampak dari sisi sebelah barat yg di fungsikan sebagai komplek pemakaman warga

Bangunan masjid ini berdiri di atas bangunan kuno, yg di yakini warga setempat dulu masjid buatan Syech Basyaruddin beserta dengan para santri santrinya
menyisakan beberapa bentuk fisik sisa bangunan kuno yg masih terlihat di sekitaran masjid dan komplek pemakanan

SITUS BATU CANDI

Situs Natu Candi

Situs Watu Candi

Memiliki ukuran panjang 46 cm dan panjang kisaran 84 cm
Posisi situs batu ini berada di sebelah utara Masjid basyarudin
Yg di fungsikan sebagai konecting pagar bumi yg mengelilingi bangunan, yg menempati bagian atas bangunan pagar bumi
Mempunyai pelipit sebagai penghias pagar bangunan

BATU CANDI BERPELIPIT

Batu Candi Berpelipit

Batu Candi Berpelipit

Batu Candi Berpelipit

Berada di sebelah selatan masjid Basyaruddin, tepatnya berada di depan warung milik warga
Batu candi tersebut dalam keadaan rusak, karena di fungsikan sebagai atakan pot bunga

BATU BALOK BERUKURAN BESAR

Batu Balok Candi

Batu Balok Candi

Batu balok candi, mempuyai lubang pengunci yg di hubungkan dengan konecting material batu candi lainya
Batu tersebut di fungsikan sebagai  sekat pembatas makam
Batu tersebut mempunyai panjang ukuran 80 cm ada 1 buah, mempunyai pelipit dan lubang pengunci, kondisi tertimbun tanah
54 cm ada 2 buah
Dan 36 cm ada 1 buah
Tebal keseluruhan batu candi kisaran 24 cm
Kemungkinan batuan balok candi tersebut dulunya di fungsikan sebagai vondasi bangunan

MY IN ACTION


Banyak sumber yang mengatakan, sebelum masjid basyaruddi di bangun, berdiri megah di atas bangunan kuno yg berupa tempat pemujaan atau candi, warga setempat mengatakan dulu sendang kuno atau patirtaan, baru di dirikan sebuah bangunan masjid pada era babat alasnya Syech Basyarruddin, para santrinya di desa pringapus
Apa pun jenis cerita tersebut
Kita tetap teladani cerita rakyatnya dan mengabadikan untuk hal hal yg baik, untuk sumber cerita anak dan cucu kita kelak
Belajar memahami bukanlah hal yg sulit, tinggal minat dan niat kita sebagai ahli waris leluhur pada masa pemerintahan raja kuno
Cerita yg mempunyai alur betapa arif dan bijaksana leluhur kita pada kala itu
.

Salam santun



" Dany Putra "
Eka Budhy


Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU LUMPANG DAN UNFINIS YONI KENDALI SODO

SITUS CANDI DI MAKAM WALIULLOH KHASAN MUNADI

MAKAM WALIULLOH SYECH SUDJONO DAN KE DUA SAHABATNYA